Sekarang, media sosial selain menjadi sarana komunikasi juga bisa menjadi suatu hal yang berbahaya. Karena kecepatan dan pengaruhnya dalam menyebarkan informasi bisa langsung di telan oleh pengguna lain dan di percaya begitu saja.
Apa Itu Framing Satu Sisi?
Framing adalah cara sebuah informasi di susun, di pilih, dan di tonjolkan untuk menciptakan kesan tertentu. Framing satu sisi bisa terjadi Ketika:
- Hanya satu sudut pandang yang di angkat.
- Ada fakta tertentu yang tidak di tampilkan.
- Narasi yang menguntungkan satu pihak saja.
Akibatnya, satu informasi yang tidak netral atau mendukung berbagai pihak.
Contoh Konsekuensi Berbahaya dari Framing Satu Sisi
Tanpa menyebut kasus atau isu yang spesifik, Kamu dapat melihat dampaknya pada:
- Reputasi seseorang yang jelek karena sebuah potongan video kurang dari 15 detik yang lepas dari konteks.
- Perpecahan di antara komunitas karena narasi yang provokatif.
- Keributan besar akibat informasi yang hanya di tampilkan Sebagian dari fakta.
- tekanan publik yang tidak proporsional karena misinformasi.
Media sosial memberikan pengaruh besar terhadap sebuah narasi, meski narasi itu tidak lengkap.
Bagaimana Kita Menghindari Bahaya Framing Sepihak?
Pertama, jangan langsung percaya pada potongan video, narasi seseorang yang terlalu emosional, ataupun teks postingan yang tidak jelas sumbernya. Banyak konten seperti itu yang di buat untuk memengaruhi cara Kamu memandang sesuatu, dengan menonjolkan satu sisi dan menghilangkan sisi lainnya.
Selanjutnya, informasi yang benar biasanya ramai di berbagai channel, dan bukan hanya dari satu akun atau satu channel. Jika suatu informasi terasa terlalu miring, carilah informasi lain mengenai peristiwa yang sama dengan sumber berbeda, saksi lain, atau rekaman yang utuh. Semakin banyak sumber yang di lihat, semakin kecil kemungkinan Kamu terjebak dalam penjelasan yang tidak lengkap.
Framing sepihak biasanya ada untuk memancing kemarahan atau simpati instan. Beri waktu sejenak sebelum melakukan Tindakan seperti membagikan ulang atau memberikan pendapat. Dengan menahan diri dari emosi, Kita bisa mencegah penyebaran informasi yang salah atau merugikan orang lain. Dengan kebiasaan ini, Kita bisa menjadi pengguna media sosial yang lebih bijak dan bertanggung jawab.
Media sosial memang alat komunikasi terkuat di zaman sekarang, tapi kekuatan itu bisa jadi membahayakan jika informasi hanya di lihat dari satu sudut. Dengan sikap kritis, Kamu bisa mencegah media sosial jadi alat yang memecah belah.
Baca Juga : Tips & Trick Buat Kamu yang Ingin Menjadi Food Vlogger





