Mengunggah konten semenarik mungkin belum tentu dapat menarik minat Audiens begitu saja. Ini merupakan hal yang wajar, terutama bagi bisnis atau creator yang sedang membangun branding secara digital.
Apabila hal seperti ini tidak segera di tangani, peluang popularitas akan hilang begitu saja. Maka di penting untuk mengetahui apa saja yang kurang dari potensi konten.
Judul atau Headline Kurang Menarik
Judul menjadi hal pertama yang Audiens lihat dari sebuah informasi. Apabila judulnya datar, tanpa emosional, tanpa urgensi, atau terlalu panjang, maka kemungkinan besar orang akan mengabaikannya.
Dalam menangani masalah ini, Kamu bisa menggunakan kalimat yang lebih padat, menarik rasa penasaran, dan to the point. Selain itu, Kamu juga bisa menambahkan elemen angka, manfaat, atau masalah yang bisa di atasi. Pastikan menggunakan gaya Bahasa yang bisa di pahami siapapun.
Tidak Ada Target Audiens
Dengan kualitas konten yang baik, semua itu akan percuma jika konten tidak di pahami oleh Audiens dengan jelas. Konten yang di buat secara asal-asalan tanpa tahu siapa targetnya hanya akan menyasar ke ruang kosong.
Bayangkan jika Kamu membuat konten gaming, tapi malah nyasar ke Audiens yang umurnya sudah lansia. Tentunya konten akan di hiraukan begitu saja.
Dalam mengatasi masalah ini, Kamu bisa memilih tujuan Audiens dengan memilih rentang usia, minat, gaya bahasa, platform, hingga masalah yang sering di hadapi. Dengan begitu, Kamu bisa membuat konten yang memang sesuai dengan tujuan dan minat Audiens.
Kurangnya Interaksi
Membutuhkan interaksi dalam menarik perhatian Audiens dan algoritma di media sosial. Konsistensi saja tidaklah cukup jika interaksi sangatlah sedikit pada setiap konten yang di unggah. Bisa saja konten selalu sepi karena kurangnya keterlibatan Kamu dengan Audiens yang melihat konten.
Karena pada dasarnya, media sosial merupakan platform digital yang di gunakan untuk berinteraksi. Jadi keterlibatan Audiens sangat penting dalam membangun engagement konten di media sosial.
Penggunaan Hashtag yang Berlebihan
Kebanyakan orang menganggap semakin banyak hashtag, semakin baik. Padahal, hal ini malah semakin membuat konten tidak jelas. Menggunakan hashtag yang berlebihan akan membagi konten ke berbagai niche, dan malah mengurangi jangkauan minat aslinya.
Cukup dengan menggunakan hashtag biasa seperti #gym atau #workout, konten edukasi Kesehatan bisa menarget niche Audiens dengan jelas.
Algoritma Tidak Menaikkan Konten
Terakhir, adanya pelanggaran dari aktivitas akun. Bisa jadi akun terkena shadow banned yang menjadikan konten sulit naik.
Fenomena shadow ban dapat mengakibatkan penurunan engagement secara signifikan, yang mana akun pengguna tidak muncul dalam pencarian atau dari feed.
Selalu memperhatikan lebih teliti kebijakan platform yang tidak boleh di langgar, baik itu dalam hal menyampaikan informasi (konten) maupun berinteraksi dengan sesama pengguna.
Baca juga: Gen Z dengan Berbagai Aktivitasnya di Media Sosial
Konten sesepi apapun bisa di boost dengan menggunakan jasa buzzer. Tertarik? Langsung hubungi Mimin atau jasabuzzermedia sekarang juga!





